Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba
Provinsi Sulawesi Selatan
Desa Batang merupakan salah satu desa yang terletak di tengah-tengah wilayah Kecamatan Bontotiro, berada di kawasan berbukit yang kaya potensi alam dan pertanian.
Desa Batang terletak di tengah-tengah wilayah Kecamatan Bontotiro yang berdaerah berbukit-bukit. Desa ini menjadi salah satu jalur utama menuju tempat wisata di kawasan timur Kabupaten Bulukumba, tidak terlalu jauh dari pesisir pantai di bagian timur.
Sebagian besar wilayah adalah ladang jagung, dan sebagian lainnya adalah hutan kayu dan sawah. Struktur tanah terdiri dari tanah merah gersang (mayoritas ladang jagung) dan tanah hitam liat (beberapa petak sawah). Curah hujan relatif sedikit di musim kemarau dan berintensitas sedang di musim penghujan.
Mayoritas penduduk adalah Suku Konjo Pesisir dan menggunakan Bahasa Konjo Pesisir, yang merupakan salah satu bahasa daerah khas Sulawesi Selatan.
| Nama Desa | Batang |
| Kecamatan | Bontotiro |
| Kabupaten | Bulukumba |
| Provinsi | Sulawesi Selatan |
| Negara | Indonesia |
| Kode Pos | 92572 |
| Pusat Pemerintahan | Dusun Mattoanging |
| Jumlah Dusun | 5 Dusun |
| Kepala Desa | Hamzah Hafid |
| Website | batang-bontotiro.desa.id |
| Suku Dominan | Konjo Pesisir |
| Bahasa Daerah | Konjo Pesisir |
Perjalanan panjang Desa Batang dimulai dari era kerajaan hingga menjadi desa modern dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada zaman kerajaan hingga masa sebelum kemerdekaan, wilayah Batang merupakan salah satu kerajaan kecil yang kemudian menjadi Distrik di bawah administrasi pemerintahan dan dipimpin oleh seorang Gallarang. Batang membawahi beberapa wilayah seperti Bontobulaeng dan Tamalanrea, masing-masing dipimpin seorang Kapala (Kepala Kampung) yang bertanggung jawab kepada Gallarang Batang.
Pada masa penjajahan Hindia Belanda, terjadi perlawanan rakyat di wilayah Kerajaan Tiro. Pemerintah Belanda memecah belah kerajaan Tiro, menghapuskan gelar Gallarang, dan menggantinya dengan gelar Karaeng. Pemerintah kemudian mengangkat bangsawan dari Bontotanga sebagai Karaeng di Batang, sehingga dikenal dengan gelar Karaeng Batang-Bontotanga.
Setelah terbentuknya Daerah TK II Kabupaten Bulukumba sekitar tahun 1960-an, Kerajaan Tiro bergabung dengan Kabupaten Bulukumba dan berubah menjadi Kecamatan Bontotiro. Wilayah Batang pun secara otomatis menjadi salah satu desa di Kecamatan Bontotiro. Pada masa ini Desa Batang merupakan salah satu desa dengan wilayah terluas di Kecamatan Bontotiro.
Luasnya wilayah Desa Batang menyulitkan akses administrasi. Dilakukan pemekaran dengan membentuk Desa Bontobulaeng dan Desa Tamalanrea sekitar tahun 1990-an untuk mempermudah pelayanan administrasi dan pemerintahan kepada masyarakat.
Melalui Pemilu Kepala Desa tahun 2016, Hamzah Hafid terpilih sebagai Kepala Desa Batang menggantikan pejabat sebelumnya, Alm. H. Jamaluddin. Pusat pemerintahan dan administrasi desa saat ini berada di Dusun Mattoanging.
Setiap dusun dipimpin oleh seorang Kepala Dusun yang dibantu oleh ketua RT/RW.
Pusat pemerintahan dan administrasi Desa Batang. Lokasi kantor desa, pasar tradisional, sekolah, puskesmas, masjid, dan lapangan sepakbola.
2 RT/RWDaerah penghasil jagung terbesar di Desa Batang. Tanaman jagung dan kacang tanah menjadi penghasilan utama. Dahulu bagian dari Dusun Mattoanging.
2 RT/RWTerletak di bagian utara Desa Batang, berbatasan dengan Desa Bontobulaeng. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai pedagang dan petani.
2 RT/RWDikenal juga sebagai Mattoanging 2. Satu-satunya wilayah di Desa Batang yang memiliki sistem irigasi untuk persawahan. Mayoritas penduduk adalah petani.
2 RT/RWBerada di bagian timur Desa Batang, berbatasan dengan Desa Buhung Bundang. Penghasilan utama masyarakat adalah kayu dan jagung.
2 RT/RWMelalui Dusun Lembang
Melalui Dusun Possi Tanah
Melalui Dusun Bontomonro & Kampangang
Melalui Dusun Bontomonro
Berbagai fasilitas publik yang tersedia di Desa Batang untuk mendukung kehidupan warga sehari-hari.
Pusat pelayanan administrasi masyarakat, terletak di Dusun Mattoanging.
Sekolah menengah pertama negeri yang melayani siswa di wilayah sekitar.
Dua sekolah dasar negeri yang berada di wilayah Dusun Mattoanging.
Taman kanak-kanak untuk pendidikan usia dini warga Desa Batang.
Pusat kesehatan masyarakat untuk pelayanan kesehatan warga desa.
Masjid utama Desa Batang, pusat kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
Pusat perdagangan tradisional masyarakat Desa Batang, terletak di Mattoanging.
Lapangan sepakbola Desa Batang, rumah bagi klub Batang Utama FC.
Monumen bersejarah sebagai simbol perjuangan dan identitas Desa Batang.
Jaringan irigasi persawahan di Dusun Kampangang, satu-satunya di desa.
Desa Batang memiliki berbagai potensi di bidang pertanian, perkebunan, dan pariwisata yang dapat dikembangkan.
Sebagian besar wilayah Desa Batang berupa ladang jagung. Tanaman jagung dan kacang tanah menjadi komoditas utama, terutama di Dusun Bontomonro yang menjadi penghasil jagung terbesar.
Wilayah Dusun Possi Tanah memiliki potensi kayu yang menjadi salah satu penghasilan utama masyarakat. Hutan kayu menjadi bagian penting dari ekosistem dan perekonomian desa.
Desa Batang merupakan salah satu jalur utama menuju objek wisata di kawasan timur Kabupaten Bulukumba, termasuk Pantai Samboang, Makam Dato Tiro, dan Sumber Mata Air Limbua.
Potensi Desa Batang dalam pengembangan kawasan agropolitan telah menjadi objek kajian akademis. Pemanfaatan sumber daya pertanian secara optimal dan berkelanjutan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Desa Batang dipimpin oleh Kepala Desa yang dibantu perangkat desa dan kepala dusun di setiap wilayah.